Wahyu Aditya – Animasi jadi Bisnis

October 28, 2008 at 3:17 am Leave a comment

Muda,  pintar, kreatif,  punya bisnis sendiri, dan banyak duit, wow pasti  menjadi impian banyak orang. Seperti Wahyu Aditya – yang biasa dipanggil Wadit – ini, di usianya 27 tahun, ia berhasil  mewujudkannya lewat bisnis yang digeluti di bidang animasi dan motion picture. Namanya, Hello;Motion

Arek Malang kelahiran 4 Maret 1980 ini mendirikan Hello;Motion pada April 2004, setelah menyelesaikan kuliah Jurusan Multimedia Interaktif dan Animasi di Sydney’s KvB Institute of Technology, Australia,  serta dua tahun bekerja sebagai staf animasi di Trans TV. Sebenarnya, selepas dari Trans TV, Wadit sempat mendirikan perusahaan animasi bersama kawan-kawannya, dan sempat menggarap berbagai videoklip  terkenal. Namun kemudian, agar lebih leluasa mengembangkan kreativitasnya, Wadit memilih mendirikan usaha sendiri. Ia mulai usaha dengan modal pinjaman bank Rp 500 juta. “Jaminannya tanah milik orang tua saya di Malang,” tutur pendiri & Presdir Hello;Motion yang berkantor di Tebet, Jakarta ini.


Kini Hello;Motion yang punya misi menggalakkan budaya motion picture art, memiliki empat divisi usaha, yakni: Hello;Motion Studio,   Hello;Shop,  Hello;Fest, dan  Hello;Motion School of Animation & Cinema.  Untuk Hello;Motion Studio merupakan divisi produksi animasi dan motion picture. Kemudian Hello;Fest merupakan jasa event organizer untuk acara festival animasi dan motion picture; sedangkan divisi Hello;Shop menjual berbagai merchandise pada Hello;Fest atau event lain, khususnya berupa kaus.

Divisi  terakhir, Hello;Motion School of Animation & Cinema,  sekarang mempunyai dua program, yakni: Hello;Motion Animation Workshop (HAW!) dan program reguler.   HAW! merupakan program kursus animasi untuk remaja di bawah usia 18 tahun (ada kelas kids dan teens); biaya per bulan  Rp 375 ribu.   Untuk kursus reguler, di dalamnya terdapat empat program: motion graphic; digital movie; animasi; dan penyuntingan –  masing-masing  biayanya Rp 3,7 juta per bulan. Program yang  banyak diminati kalangan muda ini alumninya sudah tersebar di berbagai industri film dan iklan. Adapun untuk acara Hello;Fest, setiap tahun setidaknya didatangi 1.500 orang yang kebanyakan dari berbagai kampus.

Sementara itu, divisi produksinya sendiri, Hello Studio, kebanyakan kliennya merupakan instansi besar seperti Depkominfo, Depdiknas, PLN, Teh Sosro, Lifebuoy, dan lain-lain. “Kebanyakan klien ini berasal dari rekomendasi klien sebelumnya atau para alumni Hello School. Jumlahnya sudah mencapai 100-an,” ujar pria yang beberapa hasil karyanya memperoleh penghargaan, antara lain:  Winner People Choice Award for Best Music Clip of the Month; Nomination Asian Short Film Festivals Asia;  Winner Short Fiction Grand Prize Award; dan The Most Promising Film Project Jakarta International Film Festival (2005). Yang pasti, dari keempat divisi di Hello;Motion, setiap tahun setidaknya Wadit mendapat pemasukan Rp 800 juta. Persentase terbanyak disumbang Hello School, disusul Hello Studio. “Tahun ini break even point-lah,” tambah pria yang membawahkan 26 karyawan (termasuk pengajar) ini.

Untuk terus mengembangkan bisnisnya, Wadit lebih banyak menggunakan pola buzz marketing alias getok tular. Awalnya memang sempat  jorjoran, baik lewat iklan di media cetak, radio, maupun situs Internet. Namun karena dirasa sudah cukup bagus citranya, maka belakangan lebih menggunakan pola buzz marketing. Yang kini dikembangkan ialah tim penjualan dan pemasaran, serta membuat situs http://www.menteridesainindonesia.blogspot.com yang ternyata cukup efektif untuk promosi. Wadit tidak terlalu khawatir dengan persaingan khususnya di pasar kursus animasi. Karena daftar tunggu untuk peserta kursus sekarang bisa sebulan. “Dulu sampai tiga bulan, Mas. Sekarang kelasnya kami tambah jadi dua kelas sehari,” ujar Wadit seraya menunjuk pesaingnya hanya kursus animasi dari Ubinus atau Trisakti.

Yunia Efrida, Manajer Pengembangan Konten Teknologi Murni yang sempat bekerja di Boleh.net mengaku dirinya sempat bekerja sama dengan Hello;Motion untuk menggarap hampir semua konten mobile picture boleh.com. Antara lain untuk wallpaper, screen saver, video ring tone, dan game. Bersama Hello, dulu boleh.net juga sempat bekerja sama bundling promotion dengan Nokia CDMA (seri 3155 dan 6255) untuk menggarap video animasinya.  Sementara itu, Peni Cameron,  Direktur Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia, melihat kelebihan karya Hello;Motion tidak lepas dari ide-ide Wadit yang inovatif. “Ide-idenya sering menantang arus, tapi tetap kreatif,” ujar Peni. Mereka juga tepat deadline, kerja sama tim (teamwork)-nya bagus pula. “Saya sarankan sebaiknya mulai buka cabang karena teknologi mobile content di Indonesia akan terus melesat,” kata Peni seraya menjelaskan bahwa karya animasi lokal seperti Hello;Motion sekarang tak kalah dari Jepang.

(dari berbagai sumber)

Entry filed under: Tokoh Lokal. Tags: .

Richard Branson sang pendiri Gurita Virgin JK Rowling – Penulis Super Kaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SEMANGAT..!!

blog ini merupakan kumpulan kisah nyata orang orang yang sukses di bidangnya.. semoga menjadi inspirasi.. :) Kumpulan Biografi Orang Sukses ini dikumpulkan dari berbagai sumber, jika ingin berpartisipasi kirimkan cerita orang sukses anda ke redaksi kami

Jumlah Tamu

  • 30,022 Kunjungan

Paling Sering Di Klik

  • None

%d bloggers like this: