Warung Indomie Abang Adek

 

KOMPAS.com — Warung Indomie dan Jakarta di waktu malam memang tak terpisahkan. Karyawan yang pulang larut malam atau mahasiswa yang begadang mengerjakan tugas biasanya memilih makan Indomie pelepas lapar.

Salah satu warung Indomie yang dipadati oleh penggemar Indomie adalah Warung Abang Adek yang terletak di Jalan Mandala Utara Nomor 8, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Warung Abang Adek tak jauh beda dengan warung Indomie pinggir jalan lainnya. Hanya, warung ini terkenal dengan menu Indomie dengan tingkat kepedasan hingga 5 level.

Menurut Timus, kepala juru masak Warung Abang Adek sekaligus adik dari pemilik Warung Abang Adek. Tingkat kepedasan ini tergantung dari jumlah cabai yang digunakan. Level pertama adalah Indomie Pedas yang memakai 20 cabai. Level berikutnya Indomie Pedas Biasa dengan 25 cabai.
(more…)

May 3, 2012 at 9:27 pm Leave a comment

Sejarah Berdirinya BINUS

WIDIA SOERJANINGSIH
SEMUA BERAWAL DARI NOL

Mungkin banyak yang tahu, Universitas Bina Nusantara (UBiNus) adalah
salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta, bahkan di Indonesia.
Universitas pertama yang meraih Sertifikasi ISO-9001 ini memiliki
lebih dari 20 ribu mahasiswa, 700 dosen, tiga kampus yang megah,
meraih penghargaan “The Best Indonesian Net Company” dan belakangan
punya citra sebagai cybercampus. Tapi barangkali sedikit yang tahu
bagaimana seorang Widia Soerjaningsih dan ayahnya (alm) Wibowo,
mengawali dan membangun universitas ini dari sebuah kursus komputer
di teras rumah. UBiNus benar-benar diawali dengan modal ide dan
keberanian belaka. “Jangan khawatir, pokoknya kalau ada kemauan pasti
ada jalan. Kita bisa mulai dari kecil, ke sananya maju terus,”
demikianlah cara Wibowo menempa semangat putrinya.

Tapi, bagaimana bisa sebuah kursus komputer berkembang sedemikian
pesat hingga menjelma menjadi universitas besar? Barangkali salah
satu faktornya adalah karena pada masa 70-an, bidang garap teknologi
komputer masih jarang dilirik dan dikuasai orang. Justru yang
menarik, awalnya lembaga pendidikan ini dibangun dengan prinsip ‘asal
kelasnya penuh’ dan ‘pelanggan puas’. “Prinsipnya begitu mereka mau
mendaftar, saya harus melayani mereka dengan baik. Tidak ada target
apa-apa, yang penting setiap kelas harus penuh,” tutur Widia yang
lahir 19 Oktober 1950 di Malang itu.
(more…)

December 24, 2008 at 10:16 am Leave a comment

Doddy Sularso Bangun, pengusaha Sari Tebu Murni

Bagi H. Raden Doddy Sularso Bangun, pengusaha Sari Tebu Murni ini, pemberitaan krisis global di media massa, tak membuatnya menjadi panik, apalagi ngoyo. Lelaki berperawakan tinggi besar itu tetap bersemangat dan menjalankan aktivitas bisnisnya

seperti biasa, yakni sebagai penjual sari tebu murni. “Krisis keuangan AS, krisis global atau apapun istilah, saya belum merasakan dampaknya tuh. Jadi enjoy aja,” ujar lelaki kelahiran Jambi 1972 silam.

Seperti dituturkan Haji Doddy, begitu ia akrab disapa, sebelumnya, adalah seorang pengusaha kayu di Jambi. Tapi sejak pemerintah sedang galak-galaknya melakukan pengawasan terhadap illegal logging, lama-lama ia berpikir, usahanya ini tak akan memiliki prospek yang bagus di kemudian hari. “Feeling saya, usaha ini tidak bisa untuk jangka panjang. Bahkan saya sempat bingung mau usaha apa? Setiap shalat, saya minta petunjuk Allah agar diberikan jalan terbaik.”
(more…)

December 9, 2008 at 9:09 pm 7 comments

Purdi E. Chandra: Kalau Ingin Kaya Ngapain Sekolah?

Untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja,” ungkap Purdi E. Chandra, Direktur Utama Yayasan Primagama. Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai. Banyak orang ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit jadi wirausahawan sukses. “Masalahnya jika orang terlalu tahu risikonya, terlalu banyak berhitung, dia malah tidak akan berani buka usaha,” tambah ‘konglomerat bimbingan tes’ ini.
(more…)

November 30, 2008 at 7:17 pm 2 comments

Badroni Yuzirman – Jualan baju lewat internet

Siapa bilang berbisnis secara online belum layak dilakukan di Tanah Air? Beberapa wirausaha muda dari Tanah Abang membuktikan: meski secara umum masyarakat Indonesia belum siap melakukan transaksi online, mereka sukses menjalankan bisnis via Internet ini. Tepatnya, mereka berdagang barang grosiran lewat Internet. Kiprah mereka, misalnya, bisa kita temukan di situs-situs e-commerce milik wirausaha muda asal Tanah Abang itu, antara lain http://www.grosirtanahabang.com, http://www.manetvision.com dan http://www.tanah-abang.com.

Lihatlah kiprah Badroni Yuzirman, pemilik situs http://www.manetvision.com dan pengelola situs komunitas TDA (www.tangandiatas.com). Badroni yang menjual baju Muslimah dan perlengkapan interior — seperti taplak meja dan gorden — dulu sempat punya kios di Blok A Tanah Abang. Namun, sejak kebakaran besar tahun 2004, ia tak lagi memilikinya. Maklum, pascakebakaran itu ia sempat dipindahkan ke Blok F yang sepi. Omsetnya menurun dan ia berkesimpulan, bisnisnya tak bisa berkembang jika hanya mengandalkan kios. Akhirnya Maret 2004, Roni — panggilan akrabnya — memutuskan hengkang dari Pasar Tanah Abang dan serius di bisnis grosir online yang sebenarnya sempat ia buka setahun sebelumnya.
(more…)

November 10, 2008 at 11:32 am Leave a comment

Hendy Setiono – si baba rafi yang sukses

Hanya bermodal sebuah gerobak, Kebab Baba Rafi tumbuh fenomenal. Kini 140 gerainya telah tersebar di 25 kota di Indonesia. Wiyono

Dalam dunia bisnis waralaba, bisnis makanan dan minuman terasa mendominasi. Semua mafhum bisnis ini boleh dibilang kebal krisis ekonomi karena menyangkut salah satu kebutuhan pokok. Alasan lainnya barangkali karena kemudahan yang dimiliki serta perputaran modalnya terhitung cepat. Tidak jarang, asalkan disertai pengelolaan yang bagus usaha di bidang kebutuhan perut mampu berkembang dalam waktu relatif cepat. Baba Rafi merupakan salah satu contoh sukses, setidaknya hingga saat ini.

Hendy Setiono mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta. “Tahun 2007 rencanaya go to Jakarta dengan target membuka 80 gerai khusus di Jakarta. Sekarang sudah terealisasi 25 buah,” ungkap Hendy.

(more…)

November 3, 2008 at 4:18 am 6 comments

Firman sang penemu “TELA KREZZ”


Usianya baru 26 tahun, namun Firmansyah Budi Prasetyo, warga Jalan Bugisan, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta, sukses menapaki usaha snack (penganan) singkong. Dalam waktu 11 bulan, usaha itu melesat melalui pola waralaba dengan jumlah gerai mencapai 250 unit.

Usaha itu bermula saat Firmansyah, yang biasa disapa Firman, melihat gerobak dibiarkan teronggok di rumah selama berbulan-bulan. Gerobak itu semula dibeli ibunya untuk menjajakan gorengan. Namun, usaha itu urung dijalankan.

Melihat gerobak “menganggur”, muncul ide Firman untuk mendirikan usaha makanan dengan gerobak. Kesadaran akan potensi singkong di wilayah DI Yogyakarta menumbuhkan gagasan berkreasi dengan produk pangan sepanjang musim itu.

“Singkong mudah didapat karena ditanam hampir di seluruh wilayah di Indonesia sehingga pengolahannya dapat dilakukan siapa pun,” kata Firman yang mengembangkan usaha itu sejak Februari 2007.
(more…)

October 30, 2008 at 11:23 am 5 comments

Older Posts


SEMANGAT..!!

blog ini merupakan kumpulan kisah nyata orang orang yang sukses di bidangnya.. semoga menjadi inspirasi.. :) Kumpulan Biografi Orang Sukses ini dikumpulkan dari berbagai sumber, jika ingin berpartisipasi kirimkan cerita orang sukses anda ke redaksi kami

Jumlah Tamu

  • 30,022 Kunjungan

Paling Sering Di Klik

  • None